Course Content
🌡️ Journey 8 Ke Mana Energi Pergi?

Ikatan Kimia Memiliki Nilai Energi

Pada Episode 4 kita telah belajar bahwa:

  • memutus ikatan memerlukan energi;
  • membentuk ikatan melepaskan energi.

Ternyata setiap jenis ikatan memiliki energi ikatan rata-rata yang dapat diukur.

Contohnya:

Ikatan Energi (kJ/mol)
H–H 436
Cl–Cl 243
H–Cl 431

Nilai tersebut menunjukkan energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus satu mol ikatan.


Rumus Energi Ikatan

Perubahan entalpi dapat diperkirakan dengan hubungan:

ΔH = Σ energi ikatan yang diputus − Σ energi ikatan yang terbentuk

Artinya:

  • semua ikatan pereaksi diputus terlebih dahulu;
  • kemudian seluruh ikatan produk terbentuk.

Contoh Perhitungan

Reaksi:

H₂(g) + Cl₂(g) → 2HCl(g)

Data energi ikatan:

H–H = 436 kJ/mol

Cl–Cl = 243 kJ/mol

H–Cl = 431 kJ/mol

Langkah 1

Energi yang diperlukan untuk memutus ikatan:

436 + 243

=

679 kJ

Langkah 2

Energi yang dilepaskan saat pembentukan ikatan:

2 × 431

=

862 kJ

Langkah 3

ΔH

=

679 − 862

=

−183 kJ/mol

Reaksi bersifat eksoterm.


Mengapa Hasilnya Tidak Selalu Tepat?

Energi ikatan yang digunakan merupakan nilai rata-rata.

Padahal kekuatan suatu ikatan sedikit berbeda tergantung lingkungan kimianya.

Karena itu, hasil perhitungan energi ikatan merupakan perkiraan, bukan nilai yang benar-benar eksak.


Hukum Hess atau Energi Ikatan?

Hukum Hess Energi Ikatan
Menggunakan data ΔH reaksi Menggunakan data energi ikatan
Lebih akurat Bersifat pendekatan
Memerlukan data reaksi Memerlukan data energi ikatan
Scroll to Top