Ikatan Kimia Memiliki Nilai Energi
Pada Episode 4 kita telah belajar bahwa:
- memutus ikatan memerlukan energi;
- membentuk ikatan melepaskan energi.
Ternyata setiap jenis ikatan memiliki energi ikatan rata-rata yang dapat diukur.
Contohnya:
| Ikatan | Energi (kJ/mol) |
|---|---|
| H–H | 436 |
| Cl–Cl | 243 |
| H–Cl | 431 |
Nilai tersebut menunjukkan energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus satu mol ikatan.
Rumus Energi Ikatan
Perubahan entalpi dapat diperkirakan dengan hubungan:
ΔH = Σ energi ikatan yang diputus − Σ energi ikatan yang terbentuk
Artinya:
- semua ikatan pereaksi diputus terlebih dahulu;
- kemudian seluruh ikatan produk terbentuk.
Contoh Perhitungan
Reaksi:
H₂(g) + Cl₂(g) → 2HCl(g)
Data energi ikatan:
H–H = 436 kJ/mol
Cl–Cl = 243 kJ/mol
H–Cl = 431 kJ/mol
Langkah 1
Energi yang diperlukan untuk memutus ikatan:
436 + 243
=
679 kJ
Langkah 2
Energi yang dilepaskan saat pembentukan ikatan:
2 × 431
=
862 kJ
Langkah 3
ΔH
=
679 − 862
=
−183 kJ/mol
Reaksi bersifat eksoterm.
Mengapa Hasilnya Tidak Selalu Tepat?
Energi ikatan yang digunakan merupakan nilai rata-rata.
Padahal kekuatan suatu ikatan sedikit berbeda tergantung lingkungan kimianya.
Karena itu, hasil perhitungan energi ikatan merupakan perkiraan, bukan nilai yang benar-benar eksak.
Hukum Hess atau Energi Ikatan?
| Hukum Hess | Energi Ikatan |
|---|---|
| Menggunakan data ΔH reaksi | Menggunakan data energi ikatan |
| Lebih akurat | Bersifat pendekatan |
| Memerlukan data reaksi | Memerlukan data energi ikatan |