Course Content
🌡️ Journey 8 Ke Mana Energi Pergi?

Setiap Reaksi Memiliki “Sidik Jari” Energinya

Bayangkan setiap reaksi kimia memiliki kartu identitas.

Pada kartu tersebut tertulis:

  • jenis reaksi,
  • zat yang bereaksi,
  • dan nilai ΔH.

Karena pereaksi dan produk berbeda-beda, maka perubahan energi yang terjadi juga berbeda.

Inilah sebabnya setiap reaksi mempunyai nilai ΔH yang khas.


Mengapa Harus Ada Kondisi Standar?

Misalkan satu laboratorium mengukur ΔH pada suhu 25°C, sedangkan laboratorium lain mengukurnya pada suhu 40°C.

Hasilnya bisa berbeda.

Agar seluruh ilmuwan dapat membandingkan data dengan adil, digunakan kondisi standar, yaitu:

  • suhu 25°C (298 K);
  • tekanan 1 bar;
  • larutan dengan konsentrasi 1 mol/L (untuk zat terlarut).

Nilai ΔH yang diukur pada kondisi ini disebut perubahan entalpi standar (ΔH°).


Beberapa Jenis Perubahan Entalpi Standar

1. Entalpi Pembentukan Standar (ΔH°f)

Perubahan entalpi ketika 1 mol senyawa terbentuk dari unsur-unsurnya dalam keadaan standar.

Contoh:

H2(g)+ 1/2 O2(g)→H2O(l)


2. Entalpi Pembakaran Standar (ΔH°c)

Perubahan entalpi ketika 1 mol zat dibakar sempurna oleh oksigen.

Contoh:

CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(l)


3. Entalpi Penetralan Standar (ΔH°n)

Perubahan entalpi ketika asam dan basa bereaksi menghasilkan 1 mol air.

Contoh:

HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

Untuk asam kuat dan basa kuat, nilainya hampir selalu sekitar −57 kJ/mol.


Mengapa Nilainya Berbeda?

Setiap reaksi melibatkan:

  • jenis ikatan yang berbeda;
  • jumlah ikatan yang berbeda;
  • produk yang berbeda.

Karena itu, energi yang diperlukan dan energi yang dilepaskan juga berbeda.

Inilah penyebab setiap reaksi memiliki ΔH yang khas.

Scroll to Top