Dari Kalor Menuju Entalpi
Pada Episode 2 kita mempelajari kalor sebagai energi yang berpindah.
Namun dalam kimia, ilmuwan membutuhkan besaran yang dapat menggambarkan energi yang dimiliki suatu sistem.
Besaran tersebut disebut entalpi, disimbolkan dengan H.
Kita tidak dapat mengukur nilai entalpi suatu zat secara langsung.
Yang dapat diukur adalah perubahannya selama reaksi berlangsung.
Perubahan tersebut disebut perubahan entalpi atau ΔH.
Apa Itu ΔH?
Perubahan entalpi dirumuskan sebagai:
ΔH = H produk − H pereaksi
Artinya, ΔH adalah selisih antara entalpi produk dan entalpi pereaksi.
Hubungan ΔH dengan Eksoterm dan Endoterm
Jika produk memiliki entalpi lebih rendah daripada pereaksi:
ΔH < 0
Reaksi bersifat eksoterm karena energi dilepaskan ke lingkungan.
Sebaliknya,
jika produk memiliki entalpi lebih tinggi daripada pereaksi:
ΔH > 0
Reaksi bersifat endoterm karena energi diserap dari lingkungan.
Membaca Diagram Energi
Pada diagram energi:
- garis produk lebih rendah → ΔH negatif → eksoterm;
- garis produk lebih tinggi → ΔH positif → endoterm.
Kini diagram energi tidak hanya menunjukkan arah perubahan energi, tetapi juga dapat dihubungkan dengan tanda ΔH.
Contoh
Pembakaran metana
ΔH = −890 kJ/mol
Tanda negatif menunjukkan bahwa reaksi melepaskan energi.
Penguraian batu kapur
ΔH = +178 kJ/mol
Tanda positif menunjukkan bahwa reaksi memerlukan energi dari lingkungan.
Hal yang Sering Disalahpahami
Banyak siswa mengira bahwa:
ΔH negatif berarti “reaksi jelek” dan ΔH positif berarti “reaksi baik”.
Padahal tanda ΔH hanya menunjukkan arah perpindahan energi, bukan kualitas suatu reaksi.