Reaksi Kimia Selalu Mengubah Ikatan
Setiap reaksi kimia memiliki satu kesamaan.
Ikatan pada pereaksi harus diputus terlebih dahulu.
Setelah itu, atom-atom akan membentuk susunan baru sehingga terbentuk produk.
Jadi, setiap reaksi selalu melibatkan dua proses:
- pemutusan ikatan, dan
- pembentukan ikatan baru.
Memutus Ikatan Memerlukan Energi
Bayangkan dua balok magnet yang saling menempel.
Untuk memisahkannya, kita harus memberikan gaya.
Demikian pula pada ikatan kimia.
Atom-atom yang telah berikatan memerlukan energi agar dapat dipisahkan.
Karena itu,
Pemutusan ikatan selalu memerlukan energi.
Membentuk Ikatan Melepaskan Energi
Sekarang bayangkan dua magnet yang saling didekatkan.
Tanpa didorong pun, keduanya akan saling menempel.
Ketika ikatan baru terbentuk, sistem menjadi lebih stabil sehingga sebagian energi dilepaskan ke lingkungan.
Karena itu,
Pembentukan ikatan selalu melepaskan energi.
Mengapa Ada Reaksi Eksoterm?
Pada reaksi eksoterm,
energi yang dilepaskan ketika ikatan baru terbentuk lebih besar daripada energi yang diperlukan untuk memutus ikatan pereaksi.
Akibatnya terdapat kelebihan energi yang dilepaskan ke lingkungan.
Mengapa Ada Reaksi Endoterm?
Sebaliknya,
pada reaksi endoterm,
energi yang diperlukan untuk memutus ikatan pereaksi lebih besar daripada energi yang dilepaskan saat pembentukan ikatan baru.
Kekurangan energi tersebut harus diambil dari lingkungan.
Analogi Sederhana
Bayangkan kamu ingin membongkar rumah lama untuk membangun rumah baru.
- Membongkar rumah membutuhkan tenaga (energi masuk).
- Membangun rumah baru membuat susunan menjadi stabil.
Dalam reaksi kimia, yang menentukan hasil akhirnya adalah perbandingan antara energi yang diperlukan untuk memutus ikatan dan energi yang dilepaskan saat membentuk ikatan baru.